Bismillaah…
Alhamdulillah wash sholatu was salamu ‘ala Rasulillah
Dalam hiruk pikuk kehidupan sehari-hari, seringkali kita terlena dengan berbagai kesibukan duniawi. Pekerjaan, keluarga, hobi, dan berbagai aktivitas lainnya menyita sebagian besar waktu dan perhatian kita. Namun, di tengah semua itu, penting bagi kita untuk sejenak merenungkan hakikat kehidupan yang sebenarnya.
Yahya bin Mu’adz Ar-Razi, seorang ulama besar, pernah memberikan perumpamaan yang sangat mendalam:
الدُّنْيَا خَمْرُ الشَّيْطَان ، مَنْ سَكِرَ مِنْهَا لَمْ يُفِقْ إِلاَّ فِي عَسْكَرِ الموْتَى نَادِماً مَعَ الخَاسِرِيْنَ
“Dunia adalah khamarnya setan. Siapa yang mabuk, barulah tersadarkan diri ketika kematian (yang gelap) itu datang. Nantinya ia akan menyesal bersama dengan orang-orang yang merugi.” (Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 2: 381)
Pernahkah kita merenungkan betapa banyak waktu yang kita habiskan untuk urusan duniawi, hingga melupakan persiapan untuk kehidupan setelah mati? Kita sibuk merencanakan hari esok, memikirkan pekerjaan, bisnis, atau liburan, namun jarang sekali terlintas dalam benak kita bahwa esok bisa jadi adalah hari terakhir kita di dunia ini.
Kematian adalah kepastian yang seringkali kita abaikan. Padahal, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah mengingatkan kita:
أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَادِمِ اللَّذَّاتِ، الْمَوْتَ
“Perbanyaklah mengingat penghancur kelezatan, yaitu: KEMATIAN.” (Hadits Shahih riwayat At-Tirmidzi)
Mengapa kita diperintahkan untuk mengingat kematian? Karena dengan mengingat kematian, hati kita akan menjadi lembut, tidak terlena dengan gemerlap dunia, dan senantiasa termotivasi untuk beramal shalih.
Jangan sampai kita menyesal di akhirat kelak, seperti yang difirmankan Allah dalam Al-Quran:
رَبِّ ارْجِعُونِ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ
“(Ketika datang kematian pada seseorang, lalu ia berkata): Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.” (QS. Al Mu’minuun: 99-100).
Semoga kita semua senantiasa diberi kekuatan untuk menyeimbangkan antara urusan dunia dan akhirat. Jadikan Al-Quran dan Sunnah sebagai pedoman hidup, dan jadikan kematian sebagai pengingat agar kita tidak terlena dengan dunia yang fana ini.
بارك الله فيكم أجمعين